Naek putri turun gede, bagi orang yang berfikiran negatif mendengar kata ini pasti sudah berimajinasi kemana-mana, hehe. Tapi tunggu dulu ini cuma istilah doang. Kata ini maksudnya yaitu pedakian ke Gunung Gede melewati jalur gunung putri turun lewat gunung gede menuju cibodas. Kalo diceritakan semua pasti kaya serial sinetron :D . Ya intinya plesetan aja,hehe..
Balik ke fokus pendakian kali ini. Ya pendakian kali ini merupakan pendakian awal saya yang belum pernah sama sekali namanya naik gunung. Dimana tujuan dari pendakian ini yaitu menganalisa kualitas air di mata air sepanjang jalur pendakian. Pendakian ini mungkin terbilang ekstrim, karena ini dilakukan di awal bulan februari 2009 dimana jalur pendakian di Taman Nasional Gn. Gede-Pangrango ditutup untuk pendakian. Kegiatan ini biasanya rutin tiap tahun di bulan Januari-Maret, selain karena musim hujan penutupan ini biasanya dalam rangka perbaikan ekosistem. Karena kami melakukan pemantauan kualitas air jadi kami diijinkan mendaki dengan surat khusus, serta dalam pendakian didampingi guide dari balai taman nasional.
Dalam pendakian ini ada 30 orang yang mengikutinya, dan didalamnya banyak sekali yang newbie tetapi tidak menyurutkan pendakian :). Pendakian dimulai dari ciputat dengan menyewa bis, menuju cipanas karena pada pendakian ini kita akan melewati pintu gunung putri. Ya perjalanan lumayan lancar, tetapi ketika masuk jalur puncak hujan turun beserta kabutnya sehingga jarak pandang hanya sekitar 10-20 meter. Karena tebalnya kabut sopir bis pun berinisiatif berhenti sejenak. Setelah agak mereda kami melanjutkan ke cipanas. Jalur menuju pintu gn.putri ternyata sangatlah terjal dan tidak lebar untuk ukuran bis yang kami sewa. Jalurnya banyak tikungan-tikungan seta tanjakan tinggi. Terkadang penumpangnya disuruh turun karena takut tidak kuat hehe... Akhirnya bis menyerah kami pun mau tidak mau turun dan melanjutkan dengan berjalan kaki. Sepanjang jalur perjalanan menuju gn.putri pemandangan bukit-bukit dengan tanaman sayuran terbetang, hijaunya membuat mata seger dengan sejuknya udara.
Persiapan berangkat
Pemandangan menuju pos pendakian
Jalan kaki karena bis tidak kuat dan tikungan tajam :D
Perkebunan sayuran
Kami memulai pendakian sekitar pukul 1 siang, setelah mengurus semua urusan persyaratan pendakian kamipun mulai mendaki. Hijaunya perkebunan sayur-sayuran masih kita lihat sepanjang jalan. Perjalanan kali ini banyak sekali istirhatanya hehe, ya jelas karena dalam kelompok ini terdapat 8 orang wanita serta laki-laki yang baru pertama kali mendaki selain itu cuaca hujan mengiringi perjalan ini. Tak terasa perjalanan menjelang malam dan kami masih terus berjalan. Tak terasa ternyata kelompok ini terbagi menjadi tiga bagian yang terpisah. Saya termasuk kelompok terdepan yang terus jalan menyusuri jalur pendkian. Lelah,dingin,lapar mungkin itu yang teasa saat itu. Kami terus mendaki digelapnya malam dengan tenaga yang terbatas dan akhirnya kami sampai di alun-alun surya kencana jam 11 malam. Waaaaaaaaw sunggu perjalanan yang sangat lama hampir 11 jam?? biasanya jalur ini ditempu 5-7 jam. ya mungkin karena minim pengalaman dan berhenti tiap sumber air makanya perjalanan menjadi lama. Langsung saja kelompok terdepan ini mendirikan tenda, seraya berfikir bagaimana kondisi teman yang tertinggal. Dan ternyata kelompok yang belakangan beristirahat dari jam 9 malam, tetapi kami terus melanjutkan. hehehe..
Mengurus surat di GPO jalur putri
Memulai pendakian dengan kondisi hujan+kabut
Istirahat sambil bergaya disetiap perjalanan :D
Ketika malam itu setelah mendirikan tenda kelompok terdepan ini merasa lapar, tak pikir lagi makan mie mentah, energen mentah pun menjadi alternatif. Ini dilakukan karena faktor cuaca diluar sangatlah dingin serta angin+hujan. Akhirnya pagi pun datang cuaca pun sama sekali tidak berubah tetap hujan,kabut. Tetapi pagi itu tidak menyurutkan langkah saya menikmati indahnya hamparan padang edelweis. Indahnya alam memang semua terbayarkan dengan segala jerih payah mendapatkannya.
Menjelang pagi kelompok per kelompok yang tertinggal pun berdatangan dengan muka lelah. Akhirnya kami pun semua mencari mendirikan tenda dan masak untuk beristirahat, dan lagi-lagi kamu menginap lagi di alun-alun surken.Indahnya malam ternyata bisa dirasakan tidak seperti hari sebelumnya, malam itu terlihat cerah dan indah, bintang dan bulan menampakkan wajahnya.
Menjelang pagi kami masak untuk sarapan dan sebagian melanjutkan sampling air. Setelah sarapan kami melanjutkan ke puncak Gn. Gede kondisi saat itu masih sama seperti hari kemarin hujan+kabut. Ketika mencapai puncak yang terlihat tetap hanya kabut. Akhirnya istirahat sejenak kami melanjutkan turun menuju kandang badak, dan disana kami masak untuk makan serta istirahat. Waktu menunjukkan hampir jam 4, setelah semua solat kami pun turun menuju cibodas.
Kondisi puncak gunung gede pemandangannya yang terlihat hanya kabut
Dalam perjalanan turun dari kandang badak menuju cibodas sangatlah terasa lama, karena faktor kelelahan serta cuaca hujan. Di perjalanan itu kami melewati air panas, dimana jalur yang dilewati sampingnya jurang, memeang mengerikan dan harus hati-hati melewati jalur ini. Setelah itu hari semakin menggelap karena malam, kami tetap melanjutkn perjalanan.
Ketika sebelum mencapai pos panyancangan (pertigaan yang mau ke curug cibereum) saya yang berada dibagian depan rombongan mendengar suara gemuruh angin ditambah suara binatang. Suara binatang tersebut adalah suara macan kumbang atau biasa disebut Panther, ketika itu suaranya memang benar-benar jelas. Ketika saya menoleh ke arah pepohonan saya melihat matanya yang bercahaya, seketika itu kaget,panik dan takut. Yang melihatnya hanya barisan depan tetapi yang menyadari suara tersebut adalah suara macan, kami tidak memberitahu kepada teman-teman yang lain. Hal ini bertujuan agar tidak panik dan seketika lari kocar-kacir. Ini menjadi pengalaman yang sangat mengesankan yang tak akan terlupakan. Akhirnya kamipun sampai di cibodas dan menuju warung mang idi. Warung yang selalu ramai oleh pendaki utnuk istirahat sejenak. Setelah itu kami pun menunggu datangnya bis yang sudah disewa untuk kembali pulang. Alhamdulillah semua selamat dengan membawa berbagai cerita .... :)
Macan kumbang (panther) serem ga tuh nemuin beginian, suaranya aja mengerikan :D
Istirahat di warung mang idi, pada tepar kelelahan :D
Ya begitulah kisah singkat yang bisa saya bagi, walau tidak sedetail selama perjalanan. Pendakian pertama yang membuat saya selalu bersyukur kepada sang pencipta. Pendakian yang membuat saya senang mendaki walau belum banyak yang kudaki :) . Pendakian yang tak akan pernah terlupakan dan menjadi cerita anak cucu :) hehe.... sekian dulu ya ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar