Minggu, 20 Januari 2013

Pelabuhan Ratu

PELABUHAN RATU ya sebagian orang tidak asing dengan nama tersebut khususnya bagi yang tinggal di kawasan Jawa Barat dan Banten. Sebuah pantai yang menawarkan keindahan pantainya serta ombaknya yang lumayan besar. Pantai yang terletak di sukabumi selatan ini memang menjadi kawasan yang termasuk sering didatangi para wisatawan domestik untuk liburan. Pemandangan khas pantai selatan ini juga menawarkan ombak-ombak yang bisa dikategorikan termasuk besar. Banyak para pengunjung yang melakukan surfing.

Kegiatan demi kegiatan didalam kampus tepatnya waktu itu tahun 2009, kami melakukan perjalanan menuju pelabuhan ratu. Perjalanan ini merupakan perjalanan mendadak yang sangat tidak direncanakan sama sekali. Ya perjalanan ini dimulai ketika selesai acara LPJ HIMKA UIN JAKARTA yang ketika itu saya menjabat sebagai ketuanya. Setelah acara selesai saya dan beberapa teman melakukan perjalanan karena keadaan yang suntuk. Perjalanan ini dilakukan oleh 6 orang dengan 3 sepeda motor. DADAKAN ini adalah kegiatan yang paling seru, bermodalkan nekat (jangan dicontoh hehe).

Perjalanan ini dilakukan malam hari ya sekitar jam 7 malam kami memulai start dri kampus di ciputat. Dengan bermodalkan pengetahuan sedikit tentang rute perjalanan kami langsung berangkat dengan bertanya-tanya dan browsing. Perjalanan belum terlalu jauh kami sempat beristirahat di sebuah pom bensin yang berada di daerah Jabon-Jampang dekat Parung untuk mengisi bensin dan mengisi perut dengan nasi bungkus sisa acara.





Setelah perut terisi dan motor terisi kami langsung melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan ratu. Dalam perjalanan ini sebelum sampai kota Bogor kami kehujanan di daerah salabenda-semplak otomatis kami langsung berhenti dan menunggu ujan sedikit reda untuk langsung melanjutkan perjalanan.

Hujanpun sedikit reda, lalu kami melanjutkan perjalanan yang masih sangat jauh untuk ditempuh. Detik demi detik, menit demi menit akhirnya kami sudah hampir melalui daerah cikidang. Dimana daerah itu merupakan jalan singkat menuju pelabuhan ratu, dengan track yang lumayan berkelok-kelok dengan hamparan perkebunan kelapa sawit. Sebelum masuk daerah cikidang kami berhenti terlebih dahulu untuk mengisi bensin dan istirahat sejenak untuk menghimpun tenaga untuk perjalanan melewati cikidang. 

Ketika itu jam menunjukan pukul 11 kami pun langsung berangkat kembali melalui daerah cikidang. Ya jalanan yang berkelok-kelok dengan cahaya bermodalkan lampu motor, dengan keadaan gelap kami terus menelusuri cikidang. Daerah ini benar-benar gelap walau terkadang melewati pedesaan tetapi sangatlah jarang dengan kondisi gelap, kami terus berjalan. Akhirnya kami keluar dari daerah cikidang dengan keadaan senang karena dikit lagi kita bisa melihat pantai.

Sebelum kami masuk ke area pelabuhan ratu kami pun berhenti sejenak untuk istirahat di sebuah warung yang sudah tutup. Setelah itu kami pun langsung menuju pelabuhan ratu, pesisir pantai kami telusuri, seraya mncari tempat istirahat kamipun menemukan sebuah Mushola. Tanpa berpikir panjang kamipun mengambil keputusan untuk istirahat disana karena ketika itu jam menunjukan pukul 12 malam.



Ketika subuh kami pun bangun ya sudah jelas kenapa bangun karena Mushola subuh ada warga yang mengumandangkan Azan subuh. Kami pun langsung melaksanakan solat subuh sebelum melanjutkan ke pantai. Setelah solat subuh kami langsung menyisir pantai pelabuhan ratu sambil mencari tempat yang eank untuk menikmati ombak dan pasirnya. Sebelum menikmati ombak dan pasirnya kami mencari warung nasi untuk mengisi tenaga. Akhirnya kami mampir disebuah warung nasi uduk yang tidak terlalu besar tetapi lumayan nyaman dengan harga yang tidak terlalu mahal kami pun bisa kenyang.

Setelah perut terisi kamipun langsung menuju pantai untuk menikmatinya, akhirnya kami sampai disebuah pantai yang enak untuk dinikmati. Kami semua turun untuk pantai serta ombaknya.







Lumayan lama kami semua menikmati deburan ombak dan pasir sehingga tidak terasa waktu sudah siang. Tak lama kemudian kami semua rapih-rapih dan melanjutkan perjalanan pulang. Dalam perjalanan pulang ada insiden ban bocor ketika di cikidang, dan mau tidak mau kami harus menambal ban dulu sambil solat jumat karena lokasi tambal ban tepat di depan masjid. Setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan pulang. Ketika sebelum melewati cicurug lagi-lagi ban salah seorang teman saya bocor dan menambalnya lagi.

Ya itulah sedikit cerita perjalanan ke pelabuhan ratu dengan berbagai ceritanya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar