Rabu, 23 Januari 2013

Ujung Genteng I

Siapa yang tak kenal dengan ujung genteng, mungkin untuk di kawasan jawa barat, jakarta dan banten sudah tidak asing dengan ujung genteng. Sebuah pantai berada dikawasan sukabumi selatan yang terkenal dengan penangkaran penyu dan area surving untuk wisatawan lokal maupun mancanegara. Ya trip kali ini menuju ujung genteng dengan touring motor. Mungkin bisa dikatakan touring jika motor yang ikut banyak, tetapi kali ini saya dengan teman saya hanya berempat dan yang paling beda lagi berempat satu motor masing-masing. Dan awalnya pada kebingungan karena dompet lagi pas-pasan, akhirnya bermodalkan semangat serta kebersamaan akhirnya kami berangkat. Dan akhirnya bermodalkan internet dan google map akhirnya kami memilih ujung genteng untuk dijelajahi hehe..

Start selalu dari rumah saya ketika itu siang hari sebelum berangkat kami terlebih dahulu mancing dirumah saya. Mancing ini bertujuan biar bisa bakar-bakar ikan di pantai walau bukan ikan laut (ngirit :D). Lumayan banyak ikan yang kami dapatkan saat itu. Kemudian ikan tersebut kami bersihkan dari isi perut serta sisik sehingga ketika disana kami tinggal bakar. Penaburan garam pun kami lakukan agar lebih awet.heehe. Waktu menunjukan pukul 8 malam setelah mengisi perut kami bersiap-siap berangkat dan setelah berdoa kami pun berangkat.

Mancing dulu nih di empang :D



#SENSOR haha

Mencari cacing untuk umpan

Hasilnya kebanyakan ikan mujair :D 



Sebelum keberangkatan


Pada saat itu kami semua tidak ada yang mengetahui jalur pasti dari ujung genteng, hanya mengandalkan dari internet. Tujuan kami yaitu pelabuhan ratu, sebelum memasuki jalur cikidang kami mampir disebuah alfmart untuk membeli mie dan air minum. Ketika itu melewati cikidang kami sekitar jam 11 malam sepi dan menegangkan. Ketika sampai pelabuhan ratu kami bertanya kepada orang kemana jalur menuju ujung genteng. Akhirnya tidak jauh dari pelabuhan ratu kami melewati pertigaan yang terdapat jembatan, karena waktu sudah menunjukan jam 12 kami berencana untuk istirahat, beruntungnya di depan ada masjid dan kamipun berisitirahat sampai pagi untuk melanjutkan perjalanan. Ketika kami sedang asik istirahat datanglah sekelompok motor-motor yang terlihat semuanya memang sedang touring dan kamipun mengobrol. Setelah mengobrol ternyata tujuan mereka unujg genteng, alangkah senangnya ketika itu karena kami tidak tahu jalan.hehehe

Setelah solat subuh kami beserta rombongan mereka berangkat sekitar jam setengah 6. Ternyata jalur menuju ujung genteng sangat jauh tetapi tidak membosankan karena kita akan disuguhi berbagai macam pemandangan. Jalur yang banyak tikungan serta tanjatan sampai kami menemui pohon kelapa di kanan kiri jalan ini menandakan bahwa pantainya sudah dekat. Akhirnya kamipun sampai di pintu gerbang masuk, setelah membayar tiket dan ketika itu kami dibayarin oleh kelompok mereka hehee. Ketika sampai dipertigaan ujung setelah pintu gerbang kami langsung masuk ke arah pantai. Disana kamipun istirahat tidur-tiduran serta menikmati pantai. Kelompok barengan kami ketika itu menawarkan untuk gabung di villa yang sudah mereka sewa, tetapi ketika itu kami berempat tidak enak dan tetaplah kami di pantai itu. Kami awalnya bingung mau tidur dimana karena dompet pas-pasan kami pun tidur di pantai. Dengan beralaskan pasir, kami membuat sebuah bivak kecil yang dibatasi motor dan ditutupi banner jadilah tempat berteduh.

Akhirnya sampai juga di pantai ujung genteng






Kami bermalam disini mantaaaaaap kan?? :D hehe






Canda gurau kami


Laparpun datang, karena uang ketika itu sudah dikumpulkan semua untuk bersama-sama sampai bensin pulang kami akhirnya hanya membeli nasi diwarung dekat pantai. Membeli dua bungkus nasi dan untuk lauknya kami pakai mie mentah yang dihancurkan, hehe. Tetapi saat itu begitu nikmat karena kebersamaan, hehe. Sore pun datang untuk malam ini kamipun makan dengan membeli nasi dengan lauk ikan yang sudah kami bawa.

Ekstrim ga nih makanannya :D haha

Malampun datang kami mencari kayu untuk membuat api unggun, ketika itu saya dan teman saya yang mencarinya, sampai seluk beluk pantai saya cari hehe. Dekat tempat saya bermalam disana dekat dengan warung ajep-ajep kayanya, karena sepanjang malam terdengar karokean dan pada joget dibelakangnya dan banyak wanita-wanita berdandan tebal hehee.. Api unggun menyala ikan pun kami bakar setelah matang ternyata rasanya asin, karena kebanyakan garam yang dicampurkan. Apa boleh buat tai kambing bulat-bulat, akirnya pakai mie mentah lagi.hehehe. Ikan tawar rasanya asin ga enak ternyata, ikan laut aja ga asin.hahaha

Setelah menikmati api unggun tak terasa malam semakin larut kamipun akhirnya beristirahat. Ketika malam mulai menjelang pagi gerimis pun mengundang untungnya kami membuat bivak dengan bekas banner. Malam itu air pasang sehingga air laut hampir menghampiri kami, tapi kami terus tidur dan kilat pun selalu kelihatan ditengah laut. Menjelang pukul 2 kami dibangunkan oleh 2 orang petugas ketika itu saya yang bangun, alih punya usut dan saya pun tidak mau berdebat panjang akhirnya saya memberi uang rokok mereka pun pergi. Saya tidak tahu mereka siapa tapi saya pikir ya sudahlah, hehe.

Pagi pun datang, kami ingin mencari pantai yang bisa dinikmati tanpa karang. Setelah berputar-putar kami menemui sebuah portal menuju penangkaran penyu, tetapi ketika itu harus bayar. Ya akhirnya kami berpaling, mencari tempat gratisan, hehee. Setelah berputar-putar akhirnya kami menemukan spot yang bagus dan enak untuk bermain pantai dan pasir. Tempatnya menurut saya sangat cocok dan nyaman karena ada pantai yang bersih dari karangnya diantara karang-karang. Kamipun berekspresi ria untuk mendokumentasikan segalanya sampai puas :D.

Cuaca pagi muka bangun tidur semua




Parkir motor dekat pantai











Setelah bermain di pantai kami menuju masjid dekat pantai untuk mandi dan bersih-bersih. Setelah bersih kami pun pulang, ketika itu saya masih penasaran dengan penangkaran penyu tetapi mungkin belum dikasih kesempatan hehe. Ketika dijalan setelah mengisi bensin ternyata uang yang kami kumpulkan masih tersisa banyak, diluar dugaan hehe. Kami pun bergerak mencari warung nasi untuk makan, akhirnya terjadi balas dendam disana. Dan yang paling menggembirakan adalah warung nasinya nyendok sendiri. Saya termasuk orang yang mengutamakan kuantitas dibanding kualitas rasa hehehe...

Warung nasi tempat kami makan



Setelah makan kami melanjutkan perjalanan pulang melewati jalur kami berangkat, ketika itu turun hujan dan kami tetap melnjutkan perjalanan. Alhamdulillah akhirnya kami sampai dirumah saya dengan selamat dan dengan pengalaman yang tak terlupakan :) hehe!!!!

Begitulah cerita singkat Ujung Genteng kali ini

BERBAGI JEJAK :)

Serba-serbi Naik Putri Turun Gede

Serba-serbi Naik Putri Turun Gede atau pendakian ke gunung gede naik lewat jalur putri. Disini saya akan share kejadian-kejadian yang mungkin tidak lazim ( bahasanya sok banget :D ) ya intinya lebih sekedar dari hal biasa. :D hehehe


  • Pada pendakian pertama nih tahun 2009 dimana gunungnya lgi ditutup (lebih jelas baca Naek Putri Turun Gede (2009)), kelompok pertama yang sampai di alun-alun surken jam 11 malam, carrier yang ada tenda cuma 1 jadi 10 orang tidur dalam satu tenda :D kondisinya duduk. Gimana ga luar biasa tuh, mana hujan badai hehehe
  • Masih pada tahun 2009 ketika turun dari kandang badak dan setelah melewati air panas, kondisi malam disana kami diikuti suara macan sepanjang perjalanan, ngeriiii.
  • Pendakian tahun 2010 (Naek Putri Turun Gede 2010) disatu tenda berisi 6 orang selama semalaman terjadi perang kentut :D , ketika pagi tenda dibuka seketika gas keluar dan orang-orang diluar dekat tenda langsung pada kebauan :D hehehe
  • Tahun 2011 (Naek Putri Turun Gede 2011) mungkin pertama kali naek lewat jalur putri sampai alun-alun hanya 3,5 jam. Ya menurut saya itu dah luar biasa, kan jarang-jarang bisa cepet gitu hehe..
  • Tahun 2012 ke-1  pertama kalinya naik bawa doeble tas belakang carrier depan daypack, ini karena temen saya ga kuat karena kondisi badannya yang besar. Lumayan berat tapi marilah kita nikmatin hehehe...
  • Masih tentang kentut tapi terjadi di tahun 2012 ke-2 (Naek Putri Turun Gede ke-2 2012) di temat masak tepatnya tengah-tengah keliling tenda terdengar alunan musik bermelodi rendah tinggi semua yang berada disana berlomba-lomba mengadu kentut seharian :D haha
  • Masih di tahun 2012 saya pertama kalinya tidur diluar, tapi pake sleeping bag tebel. Tapi selalu ditemanin temen, tapi juga mereka gunta-ganti orangnya :D hehe
Nih setelah ini hal-hal yang lebih luar biasa gan terkait Panggilan Alam (nyetor) :D hehe

  • Ini terjadi di tahun 2010, ketika turun dari puncak gede menuju kandang badak terjadi panggilan alam(nyetor) yang sudah tak tertahankan, tapi kondisi air saat itu habis. Karena tak tertahankan otomatis insting pun dipakai, langsung nyari lokasi aman masuk hutan-hutan sedikit ke luar jalur, gali tanah mmmmmmhhh lega :D. Nah inilah yang paling bingung bersihin pakai apa, tisu ga ada dan untungnya cuaca ketika itu hujan depan mata saya ada daun basah, tanpa pikir panjang yang penting bersih akhirnya cebok pakai daun yang basah.hahahaha
  • Ini terjadi tahun 2011 ketika saya bermalam di puncak gunung gede, ketika itu pnggilan alam terjadi tepatnya skitar jam setengah 4. Karena sudh tidak tertahan lagi dan kalau ditahan menunggu siang otomatis akan ramai dan tidak ada celah untuk nyetor di puncak. Akhirnya saya mencari posisi akhirnya menggali tanah dan aaaaaahhh nikmatnya :D hehe.. yang lebih luar biasa posisi saya tepat melihat ke arah depan puncak yang terlihat pemandangan indah lampu-lampu pun terlihat.hehehe mantaap lah pokoknya :D hehe


Ya itulah cerita-cerita singkat yang saya alami, mungkin kalo ada yang punya yang lebih ekstrim silahkan di share hehehe....

BERBAGI JEJAK :)

Minggu, 20 Januari 2013

Naek Putri Turun Gede Ke-2 (2012)

Pendakian kali ini adalah yang kedua ditahun 2012 yang berselang hanya 2 minggu dengan pendakian pertama. Pendakian kedua ini saya bersama sama dengan teman kampus yang tergabung dalam HIMKA UIN JAKARTA. 

Keberangkatan kali ini saya berdua teman saya berangkat terlebihh dahulu menuju balai Taman Nasional Gn. Gede-Pangrango (TNGGP) untuk mengambil surat simaksi. Saya berangkat sekitar jam 9an dari ciputat menuju kp.rambutan. Setelah itu sampai di rambutan kami naik bis yang melewati cibodas. Dari bawah cibodas saya naik angkot menuju Balai TNGGP. Setelah semua selesai waktu menunjukan sekitar pukul 2 saya dan teman saya masih harus menunggu rombongan yang akan berangkat dari ciuputat sekitar jam 5an. Mengisi kekosongan akhirnya saya mampir terlebih dahulu di warung mang idi. Setelah makan siang saya dan teman saya ingin mampir ke desa babakan cikalong. Desa babakan cikalong berada dekat dengan gang menuju cibodas, tempat itu merupakan desa dimana saya melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2010. Dari cibodas menuju bawah saya mencoba untuk berjalan kaki hitung-hitung pemanasan sebelum mendaki, dan ternyata memang jauhh dari atas ke bawah hehehe.. Saya mendatangi salah satu rumah warga untuk bersilaturahmi dan disana kami disuguhi makan lagi, ya apa boleh buat makan teruuus :D hehe..

Menjelang magrib saya memutuskan menuju cipanas dan menuju jalur pendakian gunung putri, setalah naik angkot saya naik ojek. Naik ojek memang lebih mahal dibanding nyewa angkot, tetapi karena berdua saja saya naik ojek. Setelah sampai di jalur pendakian saya terlebih dahulu menunggu teman-teman rombongan yang belum tiba dengan istirahat dan solat. Rombongan teman-teman saya ketika itu sampai jam 9 lewat. Sangat lama karena mereka terkena macet dari ciputat menuju jalan tol, belum lagi jalur puncak yang macet. Setelah mereka sampai lalu rombongan yang diikuti sekitar 25 orang ini makan malam sebelum pendakian. Saya sendiri tidak ikut makan karena pengalaman sebelumnya sebelum mendaki makan perut sakit dan yang bahaya kalo ada PANGGILAN ALAM (NYETOR) diperjalanan itu yang ribet.hehehe...

Kami mulai start sekitar jam 11 malam, sebelum mencapai alun-alun banyak sekali teman yang sudah kelelahan, Tetapi saya lagi-lagi meminta untuk jalan duluan, dan saya tiba di alun-alun jam stengah 6. Sambil tiduran saya menunggu rombongan yang belum sampaii. Setelah mereka sampai sekitar jam setengah 8 banyak yang memyimpan kenangan dalam bentuk foto, ya ketika itu alun-alun sangatlah indah cerah serta sejuk, sangatlah memanjakan mata. Setelah puas berfoto kami berangkat menuju area untuk mendirikan tenda yang tepatnya deket dengan sumber air. Setelah mendirikan tenda kami memasak dan makan serta istirahat.

Cerahnya pagi di alun-alun surya kencana

Ramainya alun-alun surken

Situasi memasak :)

Masak cumi nih di gunung :D



Di alun-alun ini kami bermalam, menjelang pagi hari ada beberapa teman yag ingin melihat sunrise dari puncak gede. Ketika sampai di puncak gede sangatlah indah pemadangan pagi hari, setelah puas berfoto langsung turun menuju tenda untuk persiapan makan.

 Makannya bareng-bareng nih :)


Persiaan pulang



Setelah sarapan selesai kami semua packing untuk menuju puncak gunung gede dan turun ke kandang badak. Untuk kali ini saya belum bisa menapaki puncak pangrango,hehehe. Setelah makan siang di kandang badak kami melanjutkan turun menuju cibodas.

Foto dulu :)

Setelah sampai di cibodas kami beristirhat dan bersih-bersih ya tentu di warung mang idi menjadi tempat favorit kami.

Ya itulah cerita singkat yang bisa disampaikan.

Indahnya berbagi pengalaman. BERBAGI JEJAK :)