Siapa yang tak kenal dengan ujung genteng, mungkin untuk di kawasan jawa barat, jakarta dan banten sudah tidak asing dengan ujung genteng. Sebuah pantai berada dikawasan sukabumi selatan yang terkenal dengan penangkaran penyu dan area surving untuk wisatawan lokal maupun mancanegara. Ya trip kali ini menuju ujung genteng dengan touring motor. Mungkin bisa dikatakan touring jika motor yang ikut banyak, tetapi kali ini saya dengan teman saya hanya berempat dan yang paling beda lagi berempat satu motor masing-masing. Dan awalnya pada kebingungan karena dompet lagi pas-pasan, akhirnya bermodalkan semangat serta kebersamaan akhirnya kami berangkat. Dan akhirnya bermodalkan internet dan google map akhirnya kami memilih ujung genteng untuk dijelajahi hehe..
Start selalu dari rumah saya ketika itu siang hari sebelum berangkat kami terlebih dahulu mancing dirumah saya. Mancing ini bertujuan biar bisa bakar-bakar ikan di pantai walau bukan ikan laut (ngirit :D). Lumayan banyak ikan yang kami dapatkan saat itu. Kemudian ikan tersebut kami bersihkan dari isi perut serta sisik sehingga ketika disana kami tinggal bakar. Penaburan garam pun kami lakukan agar lebih awet.heehe. Waktu menunjukan pukul 8 malam setelah mengisi perut kami bersiap-siap berangkat dan setelah berdoa kami pun berangkat.
Mancing dulu nih di empang :D
#SENSOR haha
Mencari cacing untuk umpan
Hasilnya kebanyakan ikan mujair :D
Sebelum keberangkatan
Pada saat itu kami semua tidak ada yang mengetahui jalur pasti dari ujung genteng, hanya mengandalkan dari internet. Tujuan kami yaitu pelabuhan ratu, sebelum memasuki jalur cikidang kami mampir disebuah alfmart untuk membeli mie dan air minum. Ketika itu melewati cikidang kami sekitar jam 11 malam sepi dan menegangkan. Ketika sampai pelabuhan ratu kami bertanya kepada orang kemana jalur menuju ujung genteng. Akhirnya tidak jauh dari pelabuhan ratu kami melewati pertigaan yang terdapat jembatan, karena waktu sudah menunjukan jam 12 kami berencana untuk istirahat, beruntungnya di depan ada masjid dan kamipun berisitirahat sampai pagi untuk melanjutkan perjalanan. Ketika kami sedang asik istirahat datanglah sekelompok motor-motor yang terlihat semuanya memang sedang touring dan kamipun mengobrol. Setelah mengobrol ternyata tujuan mereka unujg genteng, alangkah senangnya ketika itu karena kami tidak tahu jalan.hehehe
Setelah solat subuh kami beserta rombongan mereka berangkat sekitar jam setengah 6. Ternyata jalur menuju ujung genteng sangat jauh tetapi tidak membosankan karena kita akan disuguhi berbagai macam pemandangan. Jalur yang banyak tikungan serta tanjatan sampai kami menemui pohon kelapa di kanan kiri jalan ini menandakan bahwa pantainya sudah dekat. Akhirnya kamipun sampai di pintu gerbang masuk, setelah membayar tiket dan ketika itu kami dibayarin oleh kelompok mereka hehee. Ketika sampai dipertigaan ujung setelah pintu gerbang kami langsung masuk ke arah pantai. Disana kamipun istirahat tidur-tiduran serta menikmati pantai. Kelompok barengan kami ketika itu menawarkan untuk gabung di villa yang sudah mereka sewa, tetapi ketika itu kami berempat tidak enak dan tetaplah kami di pantai itu. Kami awalnya bingung mau tidur dimana karena dompet pas-pasan kami pun tidur di pantai. Dengan beralaskan pasir, kami membuat sebuah bivak kecil yang dibatasi motor dan ditutupi banner jadilah tempat berteduh.
Akhirnya sampai juga di pantai ujung genteng
Kami bermalam disini mantaaaaaap kan?? :D hehe
Canda gurau kami
Laparpun datang, karena uang ketika itu sudah dikumpulkan semua untuk bersama-sama sampai bensin pulang kami akhirnya hanya membeli nasi diwarung dekat pantai. Membeli dua bungkus nasi dan untuk lauknya kami pakai mie mentah yang dihancurkan, hehe. Tetapi saat itu begitu nikmat karena kebersamaan, hehe. Sore pun datang untuk malam ini kamipun makan dengan membeli nasi dengan lauk ikan yang sudah kami bawa.
Ekstrim ga nih makanannya :D haha
Malampun datang kami mencari kayu untuk membuat api unggun, ketika itu saya dan teman saya yang mencarinya, sampai seluk beluk pantai saya cari hehe. Dekat tempat saya bermalam disana dekat dengan warung ajep-ajep kayanya, karena sepanjang malam terdengar karokean dan pada joget dibelakangnya dan banyak wanita-wanita berdandan tebal hehee.. Api unggun menyala ikan pun kami bakar setelah matang ternyata rasanya asin, karena kebanyakan garam yang dicampurkan. Apa boleh buat tai kambing bulat-bulat, akirnya pakai mie mentah lagi.hehehe. Ikan tawar rasanya asin ga enak ternyata, ikan laut aja ga asin.hahaha
Setelah menikmati api unggun tak terasa malam semakin larut kamipun akhirnya beristirahat. Ketika malam mulai menjelang pagi gerimis pun mengundang untungnya kami membuat bivak dengan bekas banner. Malam itu air pasang sehingga air laut hampir menghampiri kami, tapi kami terus tidur dan kilat pun selalu kelihatan ditengah laut. Menjelang pukul 2 kami dibangunkan oleh 2 orang petugas ketika itu saya yang bangun, alih punya usut dan saya pun tidak mau berdebat panjang akhirnya saya memberi uang rokok mereka pun pergi. Saya tidak tahu mereka siapa tapi saya pikir ya sudahlah, hehe.
Pagi pun datang, kami ingin mencari pantai yang bisa dinikmati tanpa karang. Setelah berputar-putar kami menemui sebuah portal menuju penangkaran penyu, tetapi ketika itu harus bayar. Ya akhirnya kami berpaling, mencari tempat gratisan, hehee. Setelah berputar-putar akhirnya kami menemukan spot yang bagus dan enak untuk bermain pantai dan pasir. Tempatnya menurut saya sangat cocok dan nyaman karena ada pantai yang bersih dari karangnya diantara karang-karang. Kamipun berekspresi ria untuk mendokumentasikan segalanya sampai puas :D.
Setelah bermain di pantai kami menuju masjid dekat pantai untuk mandi dan bersih-bersih. Setelah bersih kami pun pulang, ketika itu saya masih penasaran dengan penangkaran penyu tetapi mungkin belum dikasih kesempatan hehe. Ketika dijalan setelah mengisi bensin ternyata uang yang kami kumpulkan masih tersisa banyak, diluar dugaan hehe. Kami pun bergerak mencari warung nasi untuk makan, akhirnya terjadi balas dendam disana. Dan yang paling menggembirakan adalah warung nasinya nyendok sendiri. Saya termasuk orang yang mengutamakan kuantitas dibanding kualitas rasa hehehe...
Cuaca pagi muka bangun tidur semua
Parkir motor dekat pantai
Setelah bermain di pantai kami menuju masjid dekat pantai untuk mandi dan bersih-bersih. Setelah bersih kami pun pulang, ketika itu saya masih penasaran dengan penangkaran penyu tetapi mungkin belum dikasih kesempatan hehe. Ketika dijalan setelah mengisi bensin ternyata uang yang kami kumpulkan masih tersisa banyak, diluar dugaan hehe. Kami pun bergerak mencari warung nasi untuk makan, akhirnya terjadi balas dendam disana. Dan yang paling menggembirakan adalah warung nasinya nyendok sendiri. Saya termasuk orang yang mengutamakan kuantitas dibanding kualitas rasa hehehe...
Setelah makan kami melanjutkan perjalanan pulang melewati jalur kami berangkat, ketika itu turun hujan dan kami tetap melnjutkan perjalanan. Alhamdulillah akhirnya kami sampai dirumah saya dengan selamat dan dengan pengalaman yang tak terlupakan :) hehe!!!!
Begitulah cerita singkat Ujung Genteng kali ini
BERBAGI JEJAK :)
BERBAGI JEJAK :)



















